Kriteria Perlombaan Kotbah Dan Perlombaan Propheta Pesta Family 2020

KRITERIA PENILAIAN KOTBAH

PESTA FAMILI 2020

 

Bacaan                                         : YOHANES 10:1-21

Tema                                            : KRISTUS: TELADAN SEJATI KAUM TERPANGGIL

Kelompok Pendengar                 : WARGA KOMUNITAS RITAPIRET

Durasi Waktu                              : 5-7 MENIT

 

Beberapa Kriteria Penilaian:

  1. Isi
  • Ada hal baru yang disampaikan
  • Awal menarik dan akhir mengesankan
  • Nilai pastoral
  • Kebenaran teologis (eksegese dan aplikasi)
  • Kesesuaian dengan tema umum tahun pembinaan 2020 (Psikospiritual)
  1. Bahasa
  • Tata Bahasa
  • Penggunaan Gaya Bahasa
  • Nilai artistik dari bahasa yang digunakan
  1. Cara Membawakan
  • Cara mengucapkan dan artikulasi
  • Modulasi suara
  • Keterikatan pada teks
  • Jedah yang efektif
  • Durasi Waktu
  • Penekanan pada hal-hal penting
  1. Mimik dan Gestikulasi
  • Kecocokan mimik dengan pesan yang disampaikan
  • Kecocokan gestikulasi tubuh dengan mimik dan pesan yang disampaikan

 

Cat.:

ü  Naskah Kotbah dikumpulkan sebanyak 3 (tiga) eksemplar kepada 3 dewan juri melalui seksi liturgi.

ü  Batas akhir pengumpulan naskah kotbah pada hari Minggu, 30 Agustus 2020 (Pkl. 20.00)

ü  Bagi peserta yang terlambat memasukkan naskah kepada panitia nilainya akan dipotong.

 

SIE LITURGI PESFAM 2020

Kriteria Penilaian Lomba PROPHETA

 

Tema Umum:

“KRISTUS: TELADAN SEJATI KAUM TERPANGGIL”

 

 

  1. Makna atau pesan dibalik komentar yang diberikan
    1. Kesesuaian antara pesan yang disampaikan dan gambar yang dipilih dengan tema umum yang disodorkan
    2. Nilai artistik dari bahasa yang digunakan
    3. Nilai artistik dari dekorasi
    4. Kerapihan tulisan dan tata letak gambar dalam kertas

 

Cat.:

-          Peserta Lomba Propheta dari Tingkat I (5 orang)

-          Deadline pengumpulan Propheta ke Panitia pada Minggu, 30 Agustus 2020.

 

 

Seksi Liturgi Pesfam 2020

 

Post SebelumnyaDiskusi Buku Sastra (Kelompok Minat Teater Tanya)
Post SelanjutnyaTridentin Perdana Ritapiret: Merayakan Kembali Warisan Iman Para Leluhur Kristiani