WORKSHOP OLAH VOKAL DAN DIRIGEN

 

SPH, Sie Publikasi Ritapiret – Sebagaimana termaktub dalam kalenderium Rumah Rita, pada Minggu, 28 Februari 2021 diadakan Workshop Olah Vokal dan Dirigen yang melibatkan sejumlah perwakilan fratres Ritapiret. Bertempat di Aula Saint Peter’s Hall, workshop ini digagas dan diselenggarakan oleh Sie Musik Vokal Rumah Rita. Workshop tersebut menjadi salah satu program unggulan Sie Musik Vokal untuk kepengurusan fratres pada semester genap ini. Workshop Olah Vokal dan Dirigen itu, menghadirkan pembicara tunggal Bapak Yos Lasar.

Pelaksanaan Workshop dibagi ke dalam tiga sesi kegiatan. Sesi pertama diisi dengan pemaparan materi yang banyak mengulas dan menekankan soal bagaiamana semestinya menjadi seorang konduktor/dirigen. Kemudian, pada sesi kedua diberi kesempatan untuk berdiskusi, tanya-jawab tentang materi yang dipaparkan atau pun problem, hal-hal lain sehubungan dengan praktik dirigen dan olah vokal. Selanjutnya, untuk sesi ketiga dilaksanakan work, di mana para peserta workshop dibagi ke dalam empat kelompok. Setiap kelompok diminta untuk membawakan sebuah lagu liturgis yang telah ditentukan dengan model nyanyian PSS: Paduan Suara Sejenis.

Hal menarik yang cukup banyak mendapat penekanan dalam pelaksanaan workshop tersebut, ialah berkenaan dengan tindak bernyanyi tiga suara (tenor, bariton, bas) – model nyanyian PSS yang sulit untuk dipraktikkan oleh para fraterdi Ritapiret. Salah satu peserta workshop, Fr. Andrew Evaldo sempat mengumbar soal tersebut dalam sesi diskusi. Fr. Andrew mengungkapkan bahwa ketika dicoba untuk mempraktikkan model nyanyian yang demikian, para frater Ritapiret cenderung merasa aneh, asing dengan model nyanyian tersebut. Hal itu karena para frater telah terbiasa dengan model nyanyian empat suara (SATB) – PSC: Paduan Suara Campuran yang selama ini banyak dipraktikkan.

Menanggapi persoalan ini, Bapak Yos Lasar mengatakan bahwa untuk menyesuaikan diri dengan suatu hal baru (model nyanyian PSS), memang bukanlah suatu hal mudah. Karena orang sudah terbiasa dengan hal, kebiasaan yang lama, yang senantiasa digelutinya. Tentu harus punya keberanian untuk bergerak menuju sebuah perubahan: menyesuaikan dengan hal baru, model nyanyian yang baik – dari PSC menuju PSS itu.  

Dalam keseluruhan penjelasan dan pemaparan materinya, Bapak Yos Lasar turut menegaskan pentingnya memiliki pemahaman yang baik, ketika menjadi seorang konduktor/dirigen atau pun ketika bernyanyi untuk perayaan-perayaan liturgis Gereja. Bahwasannya, ketika bernyanyi atau pun menjadi konduktor/dirigen, perlu dibangun pemahaman, motivasi bahwa saya bernyanyi atau menjadi dirigen demi kemuliaan Tuhan dan pengudusan manusia. Bukan sebaliknya, terlebih dahulu untuk kemuliaan manusia (diri saya) dan kemudian untuk pengudusan Tuhan. 

Pelaksanaan Workshop Olah Vokal dan Dirigen tersebut berlangsung selama dua jam, dari pukul 09.00 hingga 12.00 WITA. Meskipun pelaksanaan kegiatannya begitu singkat, gairah para peserta workshop untuk bergumul dalam kegiatan ini sangatlah luar biasa. Selain isi materi yaang ditampilkan menarik untuk ditelaah, cara dan gaya pembawaaan materi oleh Bapak Yos Lasar, cukup menggugah semangat para peserta workshop. “Meskipun Workshop Olah Vokal dan Dirigen ini sangat singkat waktunya, tapi saya kira kami mendapat banyak hal baru. Pematerinya, Bapak Yos Lasar, orangnya sangat luar biasa. Cara pembawaan materinya mampu membuat kami begitu semangat dan tidak bosan,” ujar salah satu peserta workshop, Frater Yonas Unarajan.

 

**Fr. Bayu Tonggo

 

Post SebelumnyaMisa Rabu Abu di Seminari Tinggi Ritapiret
Post SelanjutnyaKELUAR DARI ZONA NYAMAN: KERJA AKSI PUASA PADA JUMAT KETIGA DALAM MINGGU KEDUA PRAPASKAH