Tahbisan Diakon Keuskupan Ruteng dan Keuskupan Larantuka

Pada hari Jumat 31 Juli 2020, Keuskupan Ruteng dan Keuskupan Larantuka mengadakan Perayaan Tahbisan Diakon. Diakon yang ditahbiskan di Keuskupan Ruteng berjumlah sepuluh orang dan di Keuskupan Larantuka berjumlah satu orang. Perayaan Tahbisan Diakon di Keuskupan Ruteng dilaksanakan di Gereja Katedral Sta. Maria Assumpta Ruteng-Manggarai, sedangkan Tahbisan Diakon Keuskupan Larantuka dilaksanakan di Gereja Paroki Sta. Maria Banneux Lewoleba-Lembata. Perayaan Ekaristi Tahbisan ini berlangsung aman dan penuh hikmat, dihadiri oleh keluarga dan umat dengan jumlah yang dibatasi. Untuk itu, perayaan ini disiarkan secara langsung melalui channel youtube Komsos Keuskupan masing-masing. Keberlangsungan Eerayaan Ekaristi tahbisan ini tetap mengikuti standar protokol kesehatan yang berlaku selama wabah covid-19 ini; mencuci tangan, mengenakan masker dan menjaga jarak.
Mgr. Siprianus Hormat (Uskup Ruteng) dalam kotbahnya menggarisbawahi pilar-pilar utama hidup klerus dengan mengacu pada kisah injil yang telah dibacakan (Mat 5:13-16) dan tema perayaan yakni: “Kobarkanlah karunia Allah yang ada padamu”. Mgr. Sipri menegaskan bahwa diakon dan klerus pada umumnya dipanggil untuk menjadi terang dan garam dunia. Semangat hidup diakon dan klerus pada umumnya harus dilandasi dengan doa dan kesaksian hidup yang nyata dari Yesus Kristus. Di dunia zaman sekarang ini, Gereja umat Allah merindukan diakon dan seluruh klerus yang tekun berdoa. “Seorang yang terpanggil untuk menjadi pelayan Tuhan harus mampu untuk menggantikan ruang kuliah teologi doa menjadi pribadi yang berdoa; menerjemahkan kuliah kitab suci yang berat ke dalam suatu yang nyata dan hidup di tengah umat” tegas Mgr. Sipri.
Selain itu, Mgr Fransiskus Kopong Kung (Uskup Larantuka) dalam kotbahnya menegaskan pentingnya tugas pelayanan dari seorang diakon. Pelayanan tidak bergantung pada penerimaan-penerimaan sorak-sorai dari umat. Seorang pelayan Tuhan tidak datang mencari hormattetapi untuk melayani dengan sungguh, bahkan menyerahkan nyawa bagi bagi banyak orang. Diakonat itu sebenarnya tidak selesai ketika seorang ditahbiskan menjadi imam, tetapi adalah sebuah tugas mendasar yang terus berlanjut. Diakonat itu melekat dalam diri setiap orang tertahbis dan terbaptis, pungkas Mgr. Frans. Beliau mengajak semua umat untuk berdoa agar diakon dapat melaksanakan tugas pelayanan gereja dengan setia penuh hormat dan sukacita.
Adapun kesepuluh Diakon Keuskupan Ruteng yang ditahbiskan: Diakon Gonus Daris, Diakon Jimmy Mala, Diakon Gusty Hadun, Diakon Felin Sando, Diakon Sandry Jas, Diakon Sirilus San, Diakon Ryan Tagung, Diakon Pank Nudan, Diakon Prian Tangur dan Diakon Valdi Karitas. Di Keuskupan Larantuka, Diakon yang ditahbiskan yakni Diakon Yonnas Langobelen.
Proficiat untuk para diakon, kita berdoa agar mereka dapat menjalankan tugas pelayanan dengan baik dan mampu menjadi garam dan terang bagi dunia.

(Kontributor)

Post SebelumnyaMisa Rabu Abu di Seminari Tinggi Ritapiret
Post SelanjutnyaFratres Dioses Ruteng Lakukan Rapid Test dan Jumpa Persaudaraan dengan Uskup