Tahbisan Diakon Keuskupan Agung Ende

Dengarkanlah Dia!

 

Perayaan Ekaristi tahbisan diakon tujuh frater Keuskupan Agung Ende berlangsung pada Minggu (19/7/2020) di kapela Santa Maria Ratu Para Imam, Ndona. Perayaan berjalan khidmat dengan mengikuti protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Perayaan Ekaristi tahbisan diakon ini disiarkan langsung (live streaming) via akun youtube Komsos (Komisi Komunikasi Sosial) Keuskupan Agung Ende.

Perayaan ini dipimpin oleh Mgr. Vincentius Sensi Potokota dengan tema perayaan “Dengarkanlah Dia!”. “Tidak ada pelayanan imam dan diakon tanpa penaburan benih baik”, katanya dalam kotbah. Mengacu pada perumpamaan gandum dan ilalang yang termaktub dalam bacaan Injil, Mgr. Vincentius Sensi Potokota menegaskan pentingnya senjata kehati-hatian dan discernment (pembedaan) untuk memperlakukan gandum kebaikan yang kerap dihimpit ilalang kejahatan.

“Senjata-senjata itu tidak hanya mengandalkan daya manusia”, pungkasnya. Pelayanan imam dan diakon mesti berpusat pada Guru Yesus Kristus. Imam dan diakon mesti mendengarkan Yesus dengan rendah hati.

Di penghujung perayaan, Mgr. Vincentius Sensi Potokota menyapa para diakon baru serentak menugaskan mereka untuk menjalankan praktik diakonat. Ketujuh diakon baru ini ialah Diakon Itos, Diakon Oyen, Diakon Cesc, Diakon Benny, Diakon Didi, Diakon Gabriel, dan Diakon Yandri.

Diakon Itos yang didaulat untuk membawakan sambutan menegaskan jalan panggilan yang ditempuh oleh ketujuh diakon baru sebagai jalan sunyi. “Gerbang seminari itu lebar, pintu sakristi itu sempit”, imbuhnya dengan kelakar. Mewakili segenap diakon ia juga menghaturkan ucapan terima kasih untuk para penjasa yang telah meriuhramaikan jalan sunyi panggilan mereka.

tahbisan foto

 

Fr. Ichard Mere (Kontributor)

Post SebelumnyaMisa Rabu Abu di Seminari Tinggi Ritapiret
Post SelanjutnyaSyukuran 150 Tahun Biara OSF di Indonesia