RUMAH RITA ADALAH NAZARETH TEMPAT ALLAH MEMANGGIL | IBADAT PENUTUP BULAN ROSARIO OKTOBER 2020

   Sabtu, 31 Oktober semua warga Komunitas Ritapiret mengikuti ibadat penutupan bulan Rosario di Gua Maria Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret. Ibadat pentupan ini dipimpin langsung oleh Fr. Carlo Madur.
Dalam kata pembukanya, Fr. Carlo Madur mengantar semua warga komunitas Ritapiret untuk melihat dan merenung kembali perjalanan hidupnya selama satu bulan yang telah lewat bersama Bunda Maria. “saya mengajak kita semua untuk melihat kembali bagaimana peran Bunda Maria dalam kehidupan kita sehari-hari selama bulan Rosario yang telah kita jalani sejak 30 hari yang lalu. Kita mesti bersyukur karena Maria Bunda penuh kasih telah mengunjungi dan mendiami rumah hati kita masing-masing” ungkapnya.
       Melalui perikop injil Lukas 1:26-38, Fr. Carlo Madur mencoba untuk merenung dan merefleksikan kembali Panggilan Tuhan kepada warga komunitas yang direpresentasikan oleh panggilan Maria untuk menjadi Ibu Tuhan. Mendengar dan menjawabi panggilan Tuhan tentu hanya bisa dilakukan lewat dan dalam doa. “Tidak mungkin atau agaknya omong kosong apabila seorang calon imam yang sehari-harinya hanya duduk santai tidak jelas lalu didatangi malaikat dengan wahyu “adik, besok engkau ditahbiskan menjadi imam. Tidak mungkin. Joak mungkin” jelasnya.
       Lebih lanjut dalam khotbahnya, Fr. Carlo melihat bagaimana peran Malaikat sebagai pembawa pesan Allah dan tanggapan Maria dalam tiga fase. Baginya Maria adalah contoh bagi warga komunitas dalam menanggapi panggilan Tuhan menuju imamat suci. Di akhir Khotbahnya, Fr. Carlo menegaskan bahwa Rumah Rita merupakan Nazareth tempat di mana Allah senantiasa memanggil. Para Formator, para dosen di STFK, para suster, karyawan-karyawati, teman-teman sekelas/seseksi/sekeuskupan merupakan malaikat yang menjadi tanda kehadiran Allah. Kehadiran mereka hanya bisa disadari, didengar, dan dihayati sepenuhnya dalam doa dan puncaknya dalam perayaan Ekaristi. Doa Rosario kiranya mnejadi representasi metode doa lain, di mana kita ditolong untuk menyadari doa sebagai kebutuhan bukan sebagai rutinitas” jelasnya.
Ibadat penutupan ditutup dengan mendoakan 3 peristiwa Gembira Rosario yang dipimpin oleh dua ajuda dari para Frater tingkat satu Keuskupan Agung Ende. Ibadat ini merupakan program wajib dari seksi liturgi rumah Rita dalam menutup semua rangkaian doa rosario selama bulan Oktober. (Miko/red)

Post SebelumnyaMisa Rabu Abu di Seminari Tinggi Ritapiret
Post SelanjutnyaMISA DAN IBADAT PERINGATAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN | SENIN, 2 NOVEMBER 2020