Pertandiangan Perdana Pesta Family Ritapiret

 

Ritapiret, PESFAM Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret telah dimulai. Usai upacara Pembukaan di area patung St. Petrus pada 19.30 WITA, pertandingan perdana digelar. Cabang olahraga yang dipertandingkan adalah Sepak Takraw dengan partai pembuka Olimpique Lyon vs Leipzig. Pertandingan ini dipimpin oleh wasit Fr. Vian Ndahur dan Fr. Risky Mose dan disaksikan oleh seluruh para frater.serta para Romo. Pertandingan dimulai dengan tendangan perdana dari RD. Philip Ola Daen, selaku Praeses Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret.

Lima Babak Penuh Pergulatan

Pada babak pertama Leipzig menurunkan skuatnya yaitu  Fr. Ancik Sabar, Fr. Nan Ladja dan Fr. Yoman. Tim lawan Olimpique Lyon diperkuat oleh Fr. Tedy Lamuda, Fr. Apry dan Fr.Vicky Daud. Pertandingan berjalan alot hingga mencapai skor akhir 21-18 untuk kemenangan Leipzig. Babak kedua, official Olimpique Lyon Fr. Lolik Apung melakukan rotasi dengan memasukan Fr. Simply Dalung menggantikan Fr. Tedy Lamuda. Pergantian ini mengubah panorama pertandingan hingga mereka membalikkan keadaan menjadi 21-18 untuk kemenangan OL. Pada babak ketiga, official OL rupanya masih nyaman dengan kemenangan di babak sebelumnya sehingga tidak melakukan rotasi lagi. Kekuatan Skuat OL rupanya makin prima. Hal ini terlihat dari jumlah spike mematikan dari Fr. Apry Slai. Sekali lagi mereka harus bangga dengan kemenangan penuh dramatis ini dengan skor telak 21-14.

Sebelum memasuki babak keempat, official Leipzig Fr Aris Gusi melakukan rotasi sekaligus instruksi dan strategi baru. Perubahan formasi ini perlahan-lahan memberi nuansa perlawanan bagi Olimpique Lyon. Ketekunan mempertahan strategi baru membuat Leipzig menguasai pertandingan, meski sesekali mereka harus kewalahan untuk membatalkan kemenangan OL pada babak penentu. Usaha keras tersebut membawa kemenangan bagi Leipzig dengan skor tipis 21-19. Dengan kemenangan ini pertandingan dilanjutkan hingga babak terakhir. Inilah babak penentu  yang mendebarkan.

Leipzig merasa percaya diri dengan skuat yang ada, sedangkan OL melakukan rotasi kecil. Kali ini Fr. Apry tidak diturunkan. Keseimbangan pertandingan mulai goyah. Leipzig terus menambah pundi-pundi poinnya. Kondisi ini kemudian membuat official OL meminta time out dan melakukan rotasi lagi. Fr. Apri kembali dimasukkan. Namun, karena kelelahan skuat ini mengalami kesulitan dalam mengontrol bola sehingga dengan mulus Leipzig terus mengungguli pertandingan. Hingga akhir babak penentu, Leipzig terus menggempur serangan hingga meraih kemenangan dengan skor 21-12. Kemenangan ini membawa Leipzig melaju ke babak selanjutnya sedangkan OL harus tersingkir sejak awal. (Figa Dua)      

Post SebelumnyaMisa Rabu Abu di Seminari Tinggi Ritapiret
Post SelanjutnyaFamily Fiesta Ke-65 Ritapiret