MISA DAN IBADAT PERINGATAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN | SENIN, 2 NOVEMBER 2020

 

Senin, 2 November 2020. Secara universal, tanggal 2 November dikhususkan oleh Gereja Katolik sebagai tanggal peringatan arwah semua orang beriman. Kita sebagai umat Katolik dalam satu persekutuan mendoakan mereka yang telah meninggal. Tidak sebagaimana lazimnya yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, tahun ini komunitas Ritapiret mengadakan perayaan ekaristi peringatan arwah semua orang beriman pada pagi hari, yang dipimpin oleh RD. Patrick Guru sebagai selebran utama dan didampingi oleh 9 imam lainnya.

Fr. Aris dalam khotbahnya menyinggung beberapa hal penting yang harus kita lakukan terhadap mereka yang sudah meninggal. Awalnya beliau mengutip salah satu pengalaman iman yang dialami oleh Sta. Faustina dan ditulis dalam buku hariannya. Dengan penuh kesetiaan Sta. Faustina mau mengabulkan permintaan mereka yang sudah meninggal untuk mendoakan mereka. Rahmat kemudian mengalir dan mencurahi hidup Sta. Faustina, berkat ketekunannya ini.

Kerapkali, banyak orang beranggapan bahwa mendoakan mereka yang telah meninggal adalah perbuatan sia-sia. Tetapi apa yang dialami oleh Sta. Faustina justru menghadirkan pemahaman yang berbeda. Bahwasanya, ketika kita mendoakan mereka, kita justru mengalami keselamatan dan berkat berlimpah. Efek yang timbul dari doa kita bagi mereka bisa kita rasakan kemudian dalam keseharian kita.

Di sisi lain, perpisahan ragawi yang kita alami dengan orang-orang yang telah meninggal, seperti orang tua, sahabat maupun kenalan kita, tidak serta merta memutus jalinan relasi kita dengan mereka. Ikatan kasih masih bisa berlanjut lewat doa-doa yang kita panjatkan.

Dalam tradisi Katolik, peran mereka yang sudah meninggal, selain menerima doa kita, mereka juga dapat meneruskan doa kita ke hadapan Allah yang kita imani. Di sini dapat kita lihat bahwa, kematian ragawi tidak bisa menjadi penghalang bagi doa kita untuk terus sampai pada Allah. Relasi yang kita jalin dan bangun dengan mereka yang sudah meninggal berdaya guna di saat-saat seperti ini.

Rahmat yang kita terima dari Tuhan lewat doa-doa kita melalui mereka yang sudah meninggal, harus bisa dibagikan kepada sesama kita. Kebaikan tersebut adalah wujud dari iman Katolik yang kita hidupi. Merupakan sebuah kemustahilan apabila kita mengharapkan rahmat tetapi dalam keseharian kita tidak mau membaginya dengan sesama.

Hari peringatan arwah semua orang beriman memberikan kita satu gambaran yang jelas bahwa kehidupan kita sebagai persekutuan umat Allah di tengah dunia mesti melibatkan peran mereka yang telah meninggal. Keterlibatan mereka adalah keberlanjutan dari apa yang kita buat di dunia demi memuliakan nama Allah dan mewartakan kabar sukacita Allah kepada segala bangsa. Dengan demikian, iman yang kita hidupi dapat terus berkembang dan mengalami kesempurnaan.

Post SebelumnyaMisa Rabu Abu di Seminari Tinggi Ritapiret
Post SelanjutnyaMENGHIDUPKAN MOTTO "LEARN TOGETHER KNOW TOGETHER" | RITA ENGLISH COFFEE