KETIKA JALAN SALIB I DIJALANKAN DI TENGAH BADAI PANDEMI

KETIKA JALAN SALIB I DIJALANKAN DI TENGAH BADAI PANDEMI

Candela, (19/02) - Masa Prapaskah dimulai dengan penerimaan abu. Abu dilambangkan sebagai pertobatan. Masa Prapaskah adalah masa puasa, masa berpantang dan masa bermatiraga. Sebagai homo religious, masa Prapaskah mesti dijadikan sebagai momentum berahmat untuk bisa menyempatkan diri kembali bertanya sipakah saya sebenarnya. Tidaklah cukup hanya sebatas niat untuk menjadi pribadi yang baik, tetapi mesti ada usaha nyata. Tidaklah cukup hanya sebatas niat untuk merasakan penderitaan Yesus, tetapi mesti ada usaha nyata untuk mengambil bagian di dalamnya, sekurang-kurangnya mengikuti jalan salib dengan penuh kesadaran.

Setiap kisah yang kita jalani dalam kehidupan ini memiliki alur yang berbeda sesuai dengan situasi. Kadang memiliki kisah yang sama namun dengan situasi yang berbeda. Bila pada tahun-tahun sebelumnya pelaksanaan ibadat jalan salib di rumah Rita dilakukan secara bersamaan dan di dalam ruangan yang sama; tidaklah demikian untuk ibadat jalan salib untuk tahun ini.

Ritapiret, pada Jumat, 19 Februari 2021, sebagai homo religious, segenap anggota komunitas Ritapiret mengadakan ibadat jalan salib pertama. Kegiatan jalan salib yang dijalankan di tengah pandemi virus corona ini, menuntut segenap warga Rita untuk menyesuaikan diri dengan situasi perubahan untuk perayaan ibadatnya

Oleh Ketua Sie Liturgi rumah Rita, ka’e Fr. Iwan Dadus dalam satu kesempatan menegaskan perubahan tersebut. Bahwasannya “untuk menyikapi penyebaran virus corona, maka kegiatan jalan salib pada tahun ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya”. “Jalan salib tahun ini diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing tingkat, dengan kreativitasnya tersendiri”, tandas ka’e mantan TOP-er Seminari Pius ke-XII Kisol yang memiliki bakat main badminton tersebut. “Pembagian tempat jalan salib mengikuti tempat misa kelas” lanjutnya.

Kegitan ibadat jalan salib pada Jumat, 19 Februari 2021 itu, dimulai tepat pukul 18:15 Wita. Lonceng dibunyikan pada pukul 18:05 Wita untuk menandakan bahwa semua anggota komunitas bergegas menuju tempat jalan salibnya masing-masing. Para Frater tingkat I menempati Kapela Agung sebagai tempat jalan salib bersama dengan para karyawati. SPH ditempati oleh fratres tingkat III, aula kecil oleh fratres tingkat II, ruangan Isak Doera oleh fratres calon Toper, ruang doa Unit Monika oleh fratres tingkat V, dan ruang doa unit Boumans ditemptati oleh ka’e-ka’e calon diakon. Kendati dilakukan seturut kreativitas masing-masing kelas, esensi dari jalan salib tetap ter-cover.

Secara khusus ibadat jalan salib dalam kelompok-tingkat I bersama para karyawati; oleh Sie Liturgi tingkat I memercayakan Kelompok Bina I kelas sebagai penanggungnya. Fr. Borukhan sebagai ketua Kelompok Bina I memercayaka Fr. Ockhan dan Fr. Bastian sebagai pemimpin ibadat. Sementara Fr. Yoan, Fr. Feliks dan Fr. Isenk sebagai misdinar. Kegiatan jalan Salib dalam kelompok tingkat ini, berlangsung selama satu jam dan berjalan dengan syaduh-hikmat. Ditemani alunan musik instrumental dari Fr. Bosko, semakin membuat pelaksanaan jalan salib terasa agung, berwibawa. Di sela-sela ibadat, juga dinyanyikan lagu yang sungguh menghantar kami masuk lebih dalam lagi untuk merenungkan sengsara Tuhan. Di akhir ibadat jalan salib, sang pemimpin, Fr. Bastian memohon berkat dari Rm. Praeses. *Serafim Firman Natem

 

 

 

 

 

 

Post SebelumnyaMisa Rabu Abu di Seminari Tinggi Ritapiret
Post SelanjutnyaPARA FRATER RITAPIRET MELAKSANAKAN KERJA PUASA I