KEMBALI DARI LIBURAN, PARA FRATER JALANI PROSEDUR SANITASI CEGAH COVID-19

Ritapiret, stritapiret.or.id,- Pada hari Sabtu, 16 Januari 2021 kemarin, para frater studiosi (skolastik) kembali ke Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret setelah menjalani liburan akhir tahuns elama kurang lebih tiga minggu terhitung sejak tanggal 22 Desember 2020 hingga 16 Januari 2021. 

Sebagaimana telah disampaikan oleh RD Philip Ola Daen selaku Praeses Seminari Tinggi Ritapiret dalam konferensi "pesan bapa rumah" yang diadakan sebelum liburan pada Desember lalu, kepulangan mereka harus tetap mengikuti prosedur protokol kesehatan. Para frater pun diwajibkan menjalani rapid test sebelum masuk kembali ke Seminari Tinggi.

Tampak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini kendaraan umum yang mengangkut rombongan frater hanya diizinkan masuk sampai pintu gerbang Seminari Tinggi. Bagasi para frater pun langsung diturunkan di gerbang, bukan di pendopo, untuk selanjutnya disemprot cairan desinfektan. Para frater TOR yang tidak berlibur ke rumah masing-masing bertindak sebagai gugus tugas sanitasi COVID-19 bagi para kakak tingkatnya. Memakai masker, sarung tangan, dan face shield, mereka berbagi tugas mengukur suhu badan, mencatat surat keterangan hasil rapid test, dan menyemprotkan cairan desinfektan pada barang-barang yang dibawa oleh frater studiosi. Kegiatan tersebut berlangsung mulai pagi hingga malam. "Selain sebagai antisipasi penularan virus Corona ke dalam komunitas Seminari Tinggi Ritapiret, prosedur sanitasi ini juga dilakukan sebgai bentuk partisipasi kita dalam upaya pemerintah memberantas pandemi COVID-19," tutur RD Philip yang ikut mengawasi kegiatan desinfeksi tersebut.

Para frater yang kembali dari liburan menjalani kegiatan tersebut dengan senang hati. Mereka semua pun tampak mengenakan masker. "Tentu saja kami lelah setelah melakukan perjalanan jauh, tetapi kami senang karena dengan prosedur ini, Seminari Tinggi akan tetap steril dari wabah Corona," ungkap Fr. Andry Luruk dari Keuskupan Ruteng yang ikut menjalani "pemeriksaan." Mereka pun bersyukur karena walau tempat tinggal mereka di daerah masing-masing sebagian sudah dinyatakan sebagai zona merah, "di rumah ini kami akan tetap merasa aman," tutup Fr. Andry.*

Post SebelumnyaMisa Rabu Abu di Seminari Tinggi Ritapiret
Post SelanjutnyaMISA RABU ABU DI SEMINARI TINGGI INTERDIOSESAN RITAPIRET