Fraters Ritapiret Gelar Latihan Public Speaking

Ritapiret, Para frater Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret menggelar pelatihan Public Speaking pada Sabtu, 14/03/2020. Pelatihan tersebut bertempat di ruang makan para frater. Kegiatan ini diinisiasi oleh seksi Panggung Seminari Tinggi Intediosesan St. Petrus Ritapiret. Hadir dalam pelatihan tersebut, seorang ahli public speaking, Rini Kartini, Pendiri dan pencetus TV Maumere, sekaligus dosen komunikasi pada Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere.

Pelatihan tersebut dikemas dalam nuansa workshop. Ada dua sesi dalam workshop kali ini. Sesi I berlangsung dari jam 08.00-10.00 yang diikuti oleh para frater tingkat 1 sampai tingkat 3 dan sesi II berlangsung dari jam 10.30-12.30 yang diikuti oleh para frater tingkat 4 sampai tingkat 6. Setiap sesi diisi dengan pemamparan materi seputar Public Speaking, simulasi publik speaking dan aktivitas perenggangan otot.

Dalam sesi I para peserta dibagi ke dalam 12 kelompok sedangkan sesi II dibagi ke dalam 6 kelompok. Para peserta diminta untuk membuat kesepakatan atau “Kontrak Belajar”. Ada 3 kontrak belajar yang dihasilkan, yaitu hp harus disilent, para peserta tidak boleh bertukar kelompok dan para peserta tidak boleh tidur. Kontrak belajar ini harus ditaati oleh peserta selama kegiatan berlangsung. Dalam pemaparan materi inti, aktivis media ini menampilkan tema “biarawan sebagai mitra kerja Allah.”  Karena itu salah satu hal penting yang diangkat adalah perihal membawakan kotbah.

Menurut wanita yang akrab disapa Ibu Rini ini, banyak pastor yang homilinya menarik tetapi lebih banyak lagi yang tidak menarik. “Publik speaking sangat penting bagi teman-teman karena teman-teman adalah mitra kerja Allah yang akan menyampaikan warta Allah, sehingga apa yang Anda sampaikan harus dapat diterima dengan baik oleh banyak orang. Banyak pastor yang berkotbah dengan baik dan menarik, tapi banyak juga yang membosankan”, ungkapnya

Ibu Rini berkisah bahwa kesan ini didapatkannya dari observasi selama berada di Maumere sejak 2010. Bahkan ia mengisahkan bahwa seringkali kotbah yang dibawakan cenderung seperti kuliah Kitab Suci, kurang dikemas dengan baik dan menarik, serta kadang monoton. Karena itu, ada tiga kata kunci yang sebetulnya perlu diperhatikan oleh semua calon pemimpin atau pembicara. Ketiga kata kunci tersebut yakni, pertama, verbal yang mencakup diksi, struktur kalimat, dan jenis bahasa. Kedua, vocal yang mencakup volume suara, intonasi, fluency, artikulasi dan speed. Ketiga, visual yang mencakup penampilan, ekspresi wajah, make up, body language, dan eye contact.

Usai workshop, RD. Polce Lewar, selaku moderator Seksi Panggung menyampaikan terima kasih kepada pemateri yang telah membantu para frater dalam melatih public speaking. “Mewakili Romo Praeses, Para Pembina, dan Para Frater sekalian, saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Rini yang telah meluangkan waktu dan rela memberikan beberapa hal penting yang perlu bagi kami para pemimpin dan calon pemimpin agama,” imbuh RD. Polce. (Figa D & Rivan S)

Post SebelumnyaMisa Rabu Abu di Seminari Tinggi Ritapiret