Family Fiesta Ke-65 Ritapiret

Ritapiret, Perayaan Ekaristi dalam rangka Family Fiesta ke-65 Seminari Tinggi Interdiosesan Sto. Petrus Ritapiret diselenggarakan pada tanggal 08/09/2020. Perayaan ini bertepatan dengan Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria yang selalu dirayakan pada tanggal 8 Septermber. Hadir sebagai selebran utama dalam perayaan tersebut yakni Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Pr, Uskup Keuskupan Maumere dan didampingi oleh Rektor Seminari Tinggi Interdiosesan Sto. Petrus Ritapiret, RD. Philip Ola Daen, bersama para imam konselebran.

DSC4217

 

Hadir juga dalam perayaan tersebut perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Sikka, dan para pastor paroki dari lingkup wilayah Keuskupan Maumere, para donatur serta umat di sekitar komunitas Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret. Perayaan yang berlangsung di tengah situasi pandemi ini memang tidak melibatkan banyak orang. Semua yang terlibat dalam perayaan ini wajib mengikuti protokol standar selama masa pandemi covid-19 ini

Terus Mengembangkan Diri

Dalam kotbahnya, Mgr. Ewald menegaskan bahwa kepintaran dan kecerdasan kita harus selalu dikembangkan dari waktu ke waktu. Kita belajar bukan untuk mendapatkan ijazah melainkan agar kita mampu menghadapi kenyataan zaman sekarang. “Kepintaran dan kecerdasan adalah suatu sumber daya yang harus kita kembangkan dan sempurnakan dari waktu ke waktu. Non Schole sed Vitae Discimus. Kita belajar bukan untuk sekolah, melainkan untuk hidup dan berkembang,” kata Mgr. Ewald.

Lebih lanjut, Mantan Praeses Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret ini mengungkapkan bahwa semangat kedisiplinan dan ketekunan yang kita rasakan dan kita bangun saat adalah modal bagi tugas pewartaan kita di kemudian hari. Sikap penuh ketulusan dan ketaatan akan terus bertahan manakala kita punya sikap untuk terus berjuang dan berusaha. Pada titik itulah kita sebenarnya sedang belajar tanpa henti, karena belajar itu tak mengenal waktu.

Momen pesta famili ke-65 ini, demikian Mgr. Ewald, mengantar kita pada suatu ungkapan syukur penuh bahagia, sekaligus ditantang untuk menjadi pribadi yang unggul dan rendah hati. “Tema perayaan kita hari ini, menjadi pribadi yang unggul dan rendah hati, menjadi suatu harapan sekaligus tantangan di zaman kita ini. Kisah St. Theresia mengajarkan makna mendalam tentang calon imam yang unggul dan rendah hati.” Selain kisah hidup St. Theresia, Kisah hidup dan panggilan Bunda Maria dan St. Yosef memberi kita dua pesan penting yakni pertama, hidup dalam cinta Allah menghadirkan peneguhan, keberanian dan kekuatan untuk tetap teguh meskipun sulit, untuk tetap berharap meskipun terluka dan tersakiti. Kedua, kesediaan  untuk melepaskan kemapanan dan kenyamanan duniawi dan beralih kepada pengharapan yang total pada Allah,” tegas Mgr. Ewald.

Di akhir renungannya, Mgr Ewald mengajak semua yang hadir untuk bersyukur atas perayaan ke-65 tahun Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret sembari mendoakan semua anggota komunitasnya, para formator, para Frater, agar tetap setia dan teguh, serta penuh kerendahan hati dalam melayani, berbakti tanpa kenal lelah, melawan setiap kejenuhan dalam setiap rutinitas, dan tetap berpegang teguh pada kemurahan cinta Allah.

Pemberkatan Aula Baru dan Ucapan Terima Kasih

            Dalam perayaan Ekaristi ini juga, Mgr. Ewald sekaligus memberkati dan meresmikan Saint Peter’s Hall (SPH), lonceng komunitas dan unit TOR Sto. Yohanes Paulus II. Saint Peter’s Hall (SPH) menjadi satu wadah pembinaan karakter dan mental bagi para frater Seminari Tinggi Interdiosesan Sto. Petrus Ritapiret. Hal ini ditegaskan oleh RD. Philipus Ola Daen, Rektor Seminari Tinggi Interdiosesan Sto. Petrus Ritapiret dalam sambutan di akhir perayaan Ekaristi.

            RD. Philip juga menegaskan bahwa pembangunan Aula SPH tidak akan pernah terlepas dari rancang bangun yang matang yang diinspirasi oleh ahli segala bangunan, yakni Allah sendiri. “Kekokohan bangunan ini tidak terlepas dari campur tangan Allah sebagai Ahli segala bangunan dan pada-Nya juga batu karang yang kokoh tempat segala bangunan didirikan,” ungkapnya.

DSC04296

            Di akhir sambutannya, RD. Philip mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak. Pertama, ungkapan rasa syukur kepada Allah Sang Batu Karang, yang telah membuat segalanya menjadi mungkin hari ini. Hal yang sama juga disampaikan kepada Mgr. Ewald, sebagai Uskup Eksekutif yang menyetujui pembangunan Aula ini dan hadir memberkatinya. Tak lupa juga, Romo Rektor mengungkapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sikka. Beliau mengajak agar pemerintah kabupaten Sikka juga turut mengambil bagian dalam upaya proses formasi di Seminari Tinggi Interdiosesan Sto. Petrus Ritapiret, sebab sudah 65 tahun, Seminari ini telah menjadi bagian dari Kabupaten Sikka, dan Kabupaten Sikka menjadi locus pelayanan para alumni Seminari. Selanjutnya, kepada arsitektur bangunan, Bpk. Ir. Yohanes Saka yang dengan kerelaannya bersedia menyelesaikan bangunan semegah ini. Sebagai ungkapan rasa syukur tersebut, seminari memberikan cinderamata kepada Mgr. Ewald dan Bapak Yohanes Saka.

            Usai Perayaan Ekarsti, semua undangan diajak untuk resepsi bersama sambil menyaksikan acara-acara seni yang disiapkan oleh para frater.

DSC04390   

AF/Kontributor

Post SebelumnyaMisa Rabu Abu di Seminari Tinggi Ritapiret
Post SelanjutnyaEvaluasi dan Regenerasi Kepengurusan Fratres 2020/2021