Evaluasi dan Regenerasi Kepengurusan Fratres 2020/2021

Ritapiret, Saint Peter’s Hall – Minggu, 13 September 2020, komunitas Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret mengadakan kegiatan Evaluasi Program Kerja kepengurusan tahun 2019/2020 dan regenerasi kepengurusan yang baru untuk masa bakti 2020/2021. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota komunitas seperti para Romo, Suster, para Frater Studiosi dan perwakilan dari frater TOR. Kegiatan yang dimulai pada pukul 08:30 ini diawali dengan doa yang dipimpin oleh Fr. Risen Ronaldo.

Pada kesempatan pertama, ketiga staf inti frater yakni Fr. Yoan Odel, Fr. Louis Watungada, dan Fr. Lolik Apung membuka kesempatan bagi para frater untuk memberikan evaluasi terhadap seksi-seksi yang telah membuat program kerja. Berbagai kritikan dan saran yang dilengkapi dengan gagasan-gagasan yang membangun diberikan oleh para frater. Atas semuanya itu, para ketua seksi berterima kasih dan berharap agar kepengurusan yang baru nantinya bisa menjawab semua persoalan ini dengan bekerja lebih giat lagi. Pada sesi selanjutnya, dibahas soal-soal keliling. Ada 3 persoalan utama yang  dibahas. Pertama, tentang kehidupan para frater di tengah pandemi COVID-19. Kedua, masalah air. Ketiga tentang etiket dalam berpakaian dan berpenampilan dari para frater. 

Setelah semua evaluasi program kerja kepengurusan tahun 2019/2020, diadakan regenarasi kepengurusan baru. Proses ini dilakukan layaknya pemilihan umum yang berlaku di negara kita. Ada 3 calon yang didapuk menjadi ketua fratres, yakni Fr. Encik Aldion (calon imam Keuskupan Ruteng), Fr. Made Mahastra (calon imam Keuskupan Denpasar) dan Fr. Asis mite (calon imam Keuskupan Agung Ende). Setelah diadakan pemungutan suara oleh 248 frater Komisi Pemilihan Umum Ritapiret yang diketuai oleh Fr. Beny Koranso memutuskan, suara terbanyak diraih oleh Fr. Made Mahestra, diikuti oleh Fr. Asis Mite, dan Fr. Encik Aldion. Dengan demikian Fr. Made menjadi ketua fratres yang baru untuk susunan kepengurusan frater masa bakti tahun 2020/2021, dengan Fr. Asis sebagai wakil dan Fr. Encik menjabat sebagai bendahara.

Sebelum mengakhiri kegiatan ini sebagai ketua umum yang lama Fr. Yoan Odel mengucapkan terima kasih untuk segala kerja keras dan kerja sama yang telah dibangun  selama 1 tahun, dan tidak lupa iameminta maaf untuk segala kekurangan yang ada. “Saya sangat bersyukur bisa bekerja sama dan sama-sama bekerja dengan anda sekalian”. Kemudian Fr. Made Mahastra dalam kata sambutannya juga tidak berbicara panjang lebar karena dia tahu bahwa belum ada sesuatu yang dikerjakannya “saya belum ingin berbicara banyak karena kami belum bekerja, karena itu setelah kami mulai bekerja baru kami bisa berbicara banyak.” Di akhir pertemuan, RD Hilde Tanga sebagai Prefek menyampaikan proficiat kepada ketiga pengurus yang baru dan dia berharap berbagai macam evaluasi yang telah diberikan mesti menjadi PR bagi kepengurusan yang baru. (Itz/Kontributor)

 

Post SebelumnyaMisa Rabu Abu di Seminari Tinggi Ritapiret