Diary Selasa, 10 November 2020

Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret memiliki enam kelompok minat guna mengembangkan bakat serta kreativitas dari para frater. Salah satu dari kelompok minat yang terbentuk cukup lama dan terstruktur yakni THS-THM.
THS-THM adalah organisasi pendidikan bela diri pencak silat yang bernaung di bawah Gereja Katolik Roma. Organisasi ini lahir pertama kali di Seminari menengah Mertoyudan pada 10 November 1985 oleh RD. Hadi Wijaya, imam Keuskupan Agung Jakarta. Tujuan utama organisasi ini didirikan ialah untuk membentuk kepribadian para calon imam yang unggul, sehat, militan, dan berjiwa ksatria. Ada tiga hal pokok yang dikembangkan dalam organisasi ini, di antaranya ialah; kemampuan berorganisasi, kesehatan fisik, dan pendalaman iman.
Bertepatan dengan hari pahlawan Nasional, maka setiap tanggal 10 November organisasi ini merayakan hari ulang tahunnya. Oleh karena itu pada tahun ini organisasi ini merayakan dies natalis yang ke 35 (THS), dan 34 (THM). Sebagaimana biasanya, untuk memeriahkan momen istimewa ini, ada banyak kegiatan yang dilakonkan. Kebiasaan yang sama juga dibuat di unit latihan khusus (ULK) Ritapiret. Setiap tahun ULK Ritapiret selalu memeriahkan momen ini dengan berbagai kegiatan yang bersifat atraktif serekan rekreatif. Tak terkecuali tahun ini. Namun, acara untuk memeriahkan HUT THS-THM tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan di tengah masa pandemi COVID-19 mengharuskan para Frater yang tergabung dalam kelompok minat ini harus menyesuaikan diri dengan keadaan yang ada. Kegiatannya bukan lagi secara terbuka yang melibatkan semua warga komunitas sebagaimana biasanya, melainkan hanya secara internal yang hanya melibatkan anggota kelompok minat yang berjumlah 30 orang. Namun demikian sukacita dan kegembiraan sama sekali tidak kehilangan esensinya. Pandemi COVID-19 yang sedang melakonkan aksinya sama sekali tidak melemahkan semangat dari para anggota organisasi THS-THM. Justru pandemi COVID-19 memperjelas eksistensi organisasi THS-THM. 
Seluruh kegiatan dalam rangkah memeriahkan HUT THS-THM tingkat ULK Ritapiret dibuka dengan perayaan Ekaristi bersama yang dipimpin oleh RD. Epin Budiman selaku moderator kelompok minat THS-THM pada pukul 18.15 waktu setempat yang bertempat di Saint Peter’s Hall (SPH). RD. Epin dalam kotbahnya mengatakan “menjadi anggota organisasi THS-THM bukan untuk menunjukan kehebatan, popularitas diri, melainkan agar menjadi pribadi yang patut diteladani serta menjadi pribadi yang melayani dalam semangat kerendahan hati”. “kerendahan hati menjadi syarat mutlak dalam organisasi ini”, lanjutnya. “Organisasi ini dibentuk pertama-tama untuk dijadikan sebagai wahana formasi bagi para calon imam. Oleh karena itu marilah kita memformasi diri dalam persaudaraan organisasi THS-THM”, tangkas sang moderator.
Setelah perayaan Ekaristi usai, kegiatan selanjutnya yakni apel bendera bersama dan selanjutnya kegiatan atraktif-rekreatif. 
Sederhana tetapi menyenangkan. Itulah secuil rasa yang kami alami merayakan momen istimewa di tengah dunia yang sedang diancam keberadaannya oleh pandemi COVID-19. Namun, situasi ganas tersebut tidak menghalangi kami untuk kembali bernostalgia dikala organisasi ini didirikan 35 tahun yang silam. Spirit Pro Patria Et Ecllecia boleh jadi menjadi semacam tuntutan bagi kami akan nilai tanggung jawab dan kesetiaan untuk tetap mengabdikan diri pada organisasi THS-THS sebagaimana yang digariskan dalam janji prasetya dalam kondisi apapun. (Fr. Sera)

Post SebelumnyaDiary Selasa, 25 Februari 2020
Post SelanjutnyaDiary, 29 November 2020