Mar 31 2016

KAMIS PUTIH: MELAYANI DENGAN KASIH

Perayaan Minggu Yerusalem atau disebut minggu daun telah usai beberapa hari lalu. Umat Kristiani sejagat memasuki awal Tri Hari Suci dengan mengenangkan kembali kisah perjamuan malam terakhir Yesus bersama para murid-Nya. Begitu pula Komunitas Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret mengadakan perayaan suci Kamis Putih pada 24 Maret 2016 yang dipimpin oleh Romo Ansel Liwu, Pr. Tema yang diusung kali ini adalah “Menjadi Pelayan Yang Murah Hati”. Para Frater tingkat V bersama karyawan/karyawati dipercayakan membawakan koor pada upacara tersebut sementara petugas liturgi ditanggung oleh para frater Keuskupan Maumere. Selain itu, peran para rasul ditanggung oleh para frater Tingkat I. Upacara ini berlangsung khidmat dan umat yang hadir terlihat sungguh menghayati peristiwa ini.

Dalam kesempatan khotbah Romo Ansel mengajak segenap umat yang ada untuk memaknai peristiwa perjamuan malam terakhir. “Perjamuan Yesus dan para murid-Nya merupakan perjamuan yang menggembirakan. Semestinya kita pun mengalami kegembiraan itu bersama Kristus”, tegasnya. Setelah perayaan berlangsung, anggota komunitas Rumah Rita memenuhi kamar makan studiosi untuk mengadakan perjamuan bersama. Romo Ansel beserta para rasul yang mengenakan busana adat pun turut menempati meja perjamuan yang telah ditata sedemikian rupa. Dalam perjamuan itu dihidangkan aneka makanan dan minuman secara istimewa bagi imam dan para rasul.

            Upacara Kamis Putih selain memeperingati penetapan roti tak beragi dan anggur sebagai lambang kehadiran Kristus juga menegaskan nilai pelayanan penuh kasih. Romo Ansel kembali mensyeringkan pesannya bagi para rasul yang ada untuk senantiasa menimba kekuatan dari Kristus dalam tugas pewartaan. Seorang murid Kristus yang sejati harus keluar dari kemapanan diri dan bersaksi bagi segenap agama, ras, dan budaya. Menjawabi pesan itu, Fr. Ilas Owa berkomitmen menjadi pelayan yang murah hati dengan menyatakan kasih bagi sesama.