Jan 20 2016

RITAPIRET MENUTUP TAHUN

Ritapiret, Kamis (31/12/15), mengakhiri tahun dengan mengadakan kaleidoskop, tahun 2015 yang akan berlalu. Kaleidoskop yang berlangsung selama kurang-lebih dua setengah jam ini, dimulai pukul 20.45 p.m. dan berakhir pada pukul 22.15 p.m. dan berlangsung dibawah asuhan fratres tingkat II. Acara ini dipentaskan di kamar makan fratres studiosi ritapiret, diasuh oleh sutradara handal Fr. Anselmus langowuyo, dimeriahkan oleh kelompok band kelas II dan didukung oleh para pemeran handal seperti Fr. Arond Djata, Fr. Bayu Riberu dan Ibu Satry. Acara ini berintensikan mengenang kembali hal unik-menarik yang terjadi pada tahun 2015, bermakna bagi semua warga komunitas.

Kaleidoskop ysng beralur maju ini memadukan dua kisah pada satu laatar yakni Ritapiret. Kehebatan para pemeran dalam kaleidoskop ini sangat ditantang. Namun, berkat kegigihan usaha dan niat mereka, akhirnya mampu menampilkan suatu karya terhebat yang pernah ditampilkan. Kerja sama antara semua pihak baik dibelakang panggung pun yang menjadi tokoh sentral menghasilkan penampilan memukau dengan perpaduan harmonis antara nada dan kata. Adegan yang menampilkan konflik keputusan dalam ritme kenagan indah bersama Ritapiret, menjadi daya tarik utama dalam kaleidoskop ini. Kejadian yang bermula pada kedatangan Audy dan Dika ke Ritapiret ini, menyajikan juga berbagai kenangan yang terjadi pada tahun 2015. Maria Delina Satryani Kehi (Satry), pemeran Audy memainkan perannya secara sempurna, menjadi sosok penyaji kejadian dengan bukunya yang bejudul HARMONI.

Untuk pertama kalinya seorang perempuan diangkat dalam kaleidoskop Ritapiret. Tiga dimensi waktu sekaligus muncul dalam kaleidoskop ini. kehebatan kelompok penanggung acara ini patut di acungkan jempol.  “Setelah tanggal 28 Desember itu, saya tidak lagi menghubungi Dika, tetapi dia menjadi inspirasi saya dalam menulis buku ini, dia menjadi orang pertama yang akan memberikan tepuk tangan ketika saya bernyanyi kendati dengan kondisi yang seperti apa pun,…” uraian panjang Audy dalam sesi eleuncuran bukunya menjadi penutup menarik kaleidoskop ini.

Antusiasme penonton pun sangat besar terhadap pementasan kaleidoskop ini. seorang penonton hanya berujar “sangat hebat dan keren” ketika crew campana menemuinya. Ungkapan yang sama pula muncul dari para pemeran seperti yang diungkapkan oleh Fr. Arond Djata dan Ibu Sarty, mereka kompak mengatakan bahwa pementasan ini berhasil baik dan sangat hebat, perasaan lagah mncul dalam ekspresi mereka. “saya merasa bahagia sekali karena teman-teman bisa menciptakan keharmonisan di atas panggung. Keseluruhan acara ini benar-benar merupakan sebuah harmoni. Karena dalam acara ini semuanya dapat dipadukan secara sempurna.” Ujar sang sutradara Fr. Ansel. Tidak jauh berbeda dengan Fr. Vian Djo dan Fr. Doddy Deona, yang mengungkapkan perasaan yang tidak bisa diungkapkan setelah keseluruhan kaleidoskop ini dipentaskan. Kekompakan dan kerjasama menjadi kunci penampilan yang memukau ini.